Tasikmalaya – Program kewirausahaan peternakan ayam broiler digelar di Desa Cisempur, Tasikmalaya, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) ini menghadirkan berbagai narasumber dan diikuti oleh aparat desa, tokoh masyarakat, pengurus BUMDes/koperasi desa, serta jajaran pengurus DPP Prawita GENPPARI.
Ketua Umum Prawita GENPPARI, Dede Farhan Aulawi, menyampaikan bahwa ayam broiler memiliki keunggulan berupa pertumbuhan cepat, efisiensi pakan tinggi, dan masa panen relatif singkat, yakni sekitar 30 hingga 40 hari. Kondisi tersebut menjadikan usaha ini sebagai salah satu peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat pedesaan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir praktisi peternakan ayam broiler asal Indramayu, Ahmad Syaifullah, yang memaparkan secara rinci terkait teknis budidaya serta prospek bisnisnya. Ia menjelaskan perbedaan kandang tipe open house (konvensional) dan closed house (modern) yang dilengkapi peralatan seperti exhaust blower, heater, dan sistem pengatur suhu.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemilihan lokasi, pola kemitraan, kualitas bibit (DOC), manajemen pakan, penggunaan sekam, kebersihan kandang, hingga program vaksinasi guna menekan angka kematian (mortalitas) ayam. Menurutnya, keberhasilan usaha ini sangat ditentukan oleh manajemen pemeliharaan yang baik, mengingat ayam broiler cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Dari sisi ekonomi, peternakan ayam broiler dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Rantai usaha yang luas, mulai dari penyediaan bibit, pakan, tenaga kerja, distribusi hasil panen, hingga pengolahan daging, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal maupun nasional. Permintaan daging ayam yang stabil, ditambah dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), semakin memperkuat prospek usaha ini.
Penerapan teknologi modern serta sistem peternakan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang profesional, usaha peternakan ayam broiler diharapkan dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
















