Blog

  • Kanwil Kemenag DKI Gelar Gebyar Ramadan, UMKM dan Masyarakat Ramaikan Pasar Murah

    Kanwil Kemenag DKI Gelar Gebyar Ramadan, UMKM dan Masyarakat Ramaikan Pasar Murah

    Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, secara resmi membuka Gebyar Sembako Ramadan dan Kue Lebaran di halaman Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Acara ini berlangsung dari 15 hingga 17 Maret, menghadirkan kebutuhan pokok, makanan khas Ramadan, dan aneka kue Lebaran dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

    Adib menjelaskan, kegiatan ini selain menyemarakkan syiar Ramadan juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Alhamdulillah pagi ini kita dapat menyaksikan kegiatan yang berpihak pada pembangkitan ekonomi umat melalui Gebyar Sembako Ramadan. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari BUMD hingga pelaku UMKM,” ujar Adib, Senin (16/3).

    Acara ini bukan sekadar pasar murah, melainkan juga bentuk kepedulian sosial agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Adib mengajak seluruh keluarga besar Kemenag, mulai penyuluh agama, penghulu, siswa madrasah, hingga orang tua, untuk memanfaatkan kegiatan ini.

    “Silakan dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga yang relatif terjangkau,” tambahnya.

    Gebyar Sembako Ramadan ini merupakan pertama kalinya digelar di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pihak.

    “Insyaallah ke depan kegiatan ini akan direncanakan lebih baik dengan partisipasi lebih luas sehingga manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” jelas Adib.

    Acara ini terselenggara berkat kerja sama Kanwil Kemenag DKI Jakarta dengan Komite Pedagang Pasar (KPP), sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan komunitas pedagang dari berbagai pasar tradisional di Jakarta.

    “Komite Pedagang Pasar memiliki jaringan di 114 pasar tradisional dari lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. Melalui kolaborasi ini, kami berharap Gebyar Ramadan semakin meriah dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Adib.

    Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara pedagang dan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi umat selama Ramadan.

    “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan keberkahan, khususnya bagi para pedagang sehingga dagangannya laku dengan baik,” pungkasnya.

  • Menag Usul 13 Institut Jadi Universitas dan 8 Sekolah Tinggi Jadi Institut

    Menag Usul 13 Institut Jadi Universitas dan 8 Sekolah Tinggi Jadi Institut

    Jakarta, 12 Maret 2026 – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan perubahan kelembagaan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Usulan ini bertujuan meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi keagamaan.

    Hal ini disampaikan Nasaruddin saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Dia menjelaskan, transformasi ini mencakup:

    • 8 sekolah tinggi diusulkan menjadi institut.

    • 13 institut diusulkan naik status menjadi universitas.

    • Pendirian 2 PTKN baru sedang diproses.

    Mondok di Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

    Rasakan suasana pendidikan pesantren yang religius, disiplin, dan penuh nilai keislaman.
    Pondok Pesantren Al-Washilah hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan
    tradisi pesantren dengan pendidikan modern untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak,
    dan siap menghadapi masa depan.


    📍 Alamat
    Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
    Kec. Kembangan, Jakarta Barat, 11610

    📞 Telepon / WhatsApp

    0898-9156-443

    🌐 Website

    www.alwashilah.id

    📧 Email

    ponpesalwashilah@gmail.com


    Ayo bergabung bersama Pondok Pesantren Al-Washilah dan jadilah bagian dari
    generasi santri yang berilmu dan berakhlakul karimah.

    Selain itu, Kemenag mengusulkan 305 madrasah dan sekolah menengah keagamaan menjadi lembaga pendidikan negeri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan dan pemerataan layanan pendidikan keagamaan.

    Kemenag juga mengajukan penataan kelembagaan lainnya, antara lain: peningkatan status Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) menjadi eselon III A, penambahan eselon IV A, serta peningkatan Kasubbag TU LPMQ menjadi eselon III.

  • KH. Ahmad Dasuki Adnan: Jejak Dakwah dan Perintis Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

    KH. Ahmad Dasuki Adnan: Jejak Dakwah dan Perintis Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

    Pendiri Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

    Latar Belakang Keluarga

    KH. Ahmad Dasuki Adnan merupakan seorang ulama dan pendakwah yang dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Washilah di Jakarta Barat. Beliau lahir pada 8 Desember 1939 di Desa Tulang Kacang (kini dikenal sebagai Arjasari), Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

    Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, dari pasangan KH. Adnan bin Sanawi dan Hj. Mu’minah binti H. Soleh. Dari garis keturunan ayah, keluarga beliau berasal dari Desa Panggang, Cirebon, sementara dari garis keturunan ibu berasal dari daerah pinggiran Sungai Cisanggarung, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.

    Pada sekitar tahun 1930, keluarga KH. Adnan berpindah dari Cirebon ke wilayah Indramayu. Perpindahan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah Indramayu yang dikenal subur dan memiliki potensi pertanian yang baik.

    🌙 Mondok di Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

    Rasakan suasana pendidikan pesantren yang religius, disiplin, dan penuh nilai keislaman.
    Pondok Pesantren Al-Washilah hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan modern untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.

    📍 Alamat
    Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
    Kec. Kembangan, Jakarta Barat, 11610

    📞 Telepon / WhatsApp
    0898-9156-443

    🌐 Website
    www.alwashilah.id

    📧 Email
    ponpesalwashilah@gmail.com

    ✨ Ayo bergabung bersama Pondok Pesantren Al-Washilah dan jadilah bagian dari generasi santri yang berilmu dan berakhlakul karimah.

    Sejak kecil, KH. Ahmad Dasuki Adnan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius dan sederhana. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya terbiasa hidup mandiri sejak usia dini. Untuk membantu perekonomian keluarga, ia pernah berjualan ubi merah secara keliling.

    Di tengah keterbatasan tersebut, semangatnya untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Ia gemar mengaji Al-Qur’an di surau desa bersama teman-temannya. Sejak kecil pula mulai terlihat kemampuannya dalam merangkai kata dan menyampaikan pesan ketika berlatih pidato atau ceramah agama.

    Pendidikan

    Pendidikan agama pertama KH. Ahmad Dasuki Adnan diperoleh langsung dari ayahnya, KH. Adnan bin Sanawi. Dari sang ayah, ia mempelajari berbagai ilmu keislaman seperti tauhid, fiqih, nahwu, tafsir Al-Qur’an, serta pengkajian kitab-kitab kuning yang berlandaskan pada pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.

    Selain pendidikan agama di lingkungan keluarga, ia juga menjalani pendidikan formal. Ia sempat bersekolah di SDN Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu.

    Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, pada tahun 1951 ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon. Pesantren tersebut merupakan salah satu pesantren tua di wilayah Cirebon yang dikenal kuat dalam tradisi pengkajian kitab kuning.

    Selama mondok di pesantren tersebut, KH. Ahmad Dasuki Adnan dikenal sebagai santri yang tekun dan disiplin. Ia aktif dalam kegiatan belajar serta sering membantu para gurunya dalam berbagai pekerjaan di lingkungan pesantren.

    Kemampuannya dalam berdakwah mulai terlihat sejak masa menjadi santri. Ia kerap diminta untuk menyampaikan ceramah dalam berbagai kegiatan keagamaan dengan menyertakan rujukan dari kitab-kitab yang dipelajarinya.

    Pada tahun 1954 ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Madrasah Aliyah di Cirebon dan menyelesaikannya melalui ujian persamaan di Bandung. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1974 dengan skripsi yang membahas tentang thariqah, sufisme, dan tasawuf.

    Selama masa kuliah, ia juga memperdalam metode dakwah dengan belajar kepada beberapa ulama. Salah satunya adalah KH. Musyadad.

    Kehidupan Keluarga

    Dalam perjalanan hidupnya, KH. Ahmad Dasuki Adnan menikah dengan Hj. Siti Fuedah. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai delapan orang anak.

    Perjalanan Dakwah

    Setelah menyelesaikan pendidikan, KH. Ahmad Dasuki Adnan mulai aktif berdakwah di berbagai daerah. Ia sering mengisi ceramah pada berbagai acara keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, peringatan tahun baru Hijriah, pengajian masyarakat, dan kegiatan keagamaan lainnya.

    Beliau juga aktif mengisi kuliah subuh di Masjid At-Taqwa Cirebon. Melalui kegiatan tersebut, dakwahnya semakin dikenal oleh masyarakat luas.

    Dakwah di Jakarta

    Pada pertengahan tahun 1980-an, salah seorang jamaah dari Jakarta yang mengikuti kuliah subuhnya tertarik dengan metode dakwah KH. Ahmad Dasuki Adnan. Melalui perkenalan tersebut, beliau kemudian mulai berdakwah di berbagai masjid di Jakarta.

    Suatu ketika beliau mendapat undangan ceramah dalam acara tahlilan di daerah Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat. Ketika melihat kondisi masyarakat di wilayah tersebut, beliau merasa prihatin karena pada masa itu belum terdapat lembaga pendidikan Islam di daerah tersebut.

    Berdirinya Pondok Pesantren Al-Washilah

    Melihat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam, KH. Ahmad Dasuki Adnan memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah pesantren.

    Pada tahun 1988 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta. Nama Al-Washilah memiliki arti sebagai perantara yang dapat mendekatkan manusia kepada Allah SWT.

    Melalui perjuangan panjang dalam bidang dakwah dan pendidikan, KH. Ahmad Dasuki Adnan berhasil membangun Pondok Pesantren Al-Washilah sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi pesantren dengan perkembangan pendidikan modern.

  • Ponpes Alwashilah Jakarta Jadi Pilihan Pendidikan Pesantren untuk Santri SMP dan SMA

    Ponpes Alwashilah Jakarta Jadi Pilihan Pendidikan Pesantren untuk Santri SMP dan SMA

    JAKARTA – Minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang tua kini mencari lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak anak. Salah satu pesantren yang menjadi perhatian adalah

    Ponpes Alwashilah Jakarta dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan agama. Sistem pembelajaran terpadu ini bertujuan membentuk generasi muslim yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan modern, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat.

    Pimpinan Ponpes Alwashilah Jakarta menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui sistem pendidikan berbasis asrama, santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga menjalani pembinaan akhlak dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

    Di Ponpes Alwashilah Jakarta, santri mendapatkan berbagai program pendidikan yang dirancang untuk mendukung perkembangan intelektual dan spiritual. Salah satu program unggulan adalah tahfidz Al-Qur’an yang menjadi fokus pembinaan bagi para santri.

    Selain program tahfidz, Ponpes Alwashilah Jakarta juga menyediakan pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris. Program ini bertujuan agar para santri memiliki kemampuan komunikasi internasional yang baik sekaligus memahami literatur keislaman secara langsung dari sumber aslinya.

    Kurikulum yang diterapkan di Ponpes Alwashilah Jakarta juga mengintegrasikan pendidikan nasional dengan kurikulum diniyah. Dengan sistem ini, santri tetap mengikuti mata pelajaran umum seperti matematika, sains, dan ilmu sosial, namun tetap mendapatkan pendalaman ilmu agama seperti fiqih, tafsir, hadits, dan akidah.

    Lingkungan pesantren yang religius juga menjadi salah satu keunggulan Ponpes Alwashilah Jakarta. Para santri menjalani kegiatan harian yang terjadwal mulai dari shalat berjamaah, belajar di kelas, mengaji, hingga kegiatan pembinaan karakter.

    Selain fokus pada pendidikan akademik dan agama, Ponpes Alwashilah Jakarta juga mendorong pengembangan bakat santri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut meliputi olahraga, pelatihan kepemimpinan, serta berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan keterampilan sosial santri.

    Bagi banyak orang tua, memasukkan anak ke pesantren sejak tingkat SMP atau SMA dianggap sebagai langkah penting dalam membangun fondasi karakter yang kuat. Pesantren memberikan lingkungan pendidikan yang lebih terkontrol sehingga anak dapat fokus belajar dan beribadah.

    Ponpes Alwashilah Jakarta menjadi salah satu pilihan pesantren yang menawarkan sistem pendidikan tersebut. Dengan perpaduan pendidikan agama, akademik, serta pembinaan karakter, pesantren ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren, Ponpes Alwashilah Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas bagi para santri agar mampu memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi generasi muslim Indonesia.

    Bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, Pondok Pesantren Al Washilah menjadi pilihan tepat untuk membangun masa depan generasi yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran santri baru, masyarakat dapat mengunjungi website resmi: https://www.alwashilah.id/

    Atau menghubungi Admin Pondok melalui WhatsApp di nomor 0898-9156-443 (Miss Tuty).

    Alamat:
    Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta
    Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
    Kec. Kembangan, Jakarta Barat, DKI Jakarta

     Email: ponpesalwashilah@gmail.com

    Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam dunia pendidikan dan dakwah, Pondok Pesantren Al Washilah terus berkomitmen membina generasi Qur’ani yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

     

  • Program 3 Juta Rumah Digenjot, Pemerintah Mulai Bangun Rusun Subsidi di Meikarta

    Program 3 Juta Rumah Digenjot, Pemerintah Mulai Bangun Rusun Subsidi di Meikarta

    BEKASI — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Proyek ini menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pembangunan rusun subsidi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan.

    “Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara Indonesia serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini. Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

    Ia menjelaskan, sebelum proyek dimulai pemerintah terlebih dahulu memastikan kepastian hukum dengan berkonsultasi langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan kesiapan lahan serta dukungan kebijakan.

    “Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean, sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” jelasnya.

    Menurut Maruarar, pembangunan hunian secara vertikal menjadi solusi efisien dalam mengoptimalkan penggunaan lahan sekaligus meningkatkan jumlah unit yang dapat dibangun. Dari lahan sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.

    “Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, penggunaan lahan menjadi jauh lebih efisien,” ujarnya.

    Selain di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan proyek serupa di Depok. Pemerintah telah mengidentifikasi lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia seluas sekitar 45 hektare yang berpotensi dibangun hingga sekitar 170.000 unit hunian.

    Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal serta CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung pembiayaan proyek pembangunan rusun tersebut.

    “Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.

    Pembangunan rusun subsidi di Meikarta ini diharapkan dapat mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sekaligus memberikan solusi hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.

  • Mencari Pesantren Berkualitas di Jakarta? Al Washilah Sudah Membina Santri Sejak 1988

    Mencari Pesantren Berkualitas di Jakarta? Al Washilah Sudah Membina Santri Sejak 1988

    Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang serba cepat, kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk akhlak mulia menjadi semakin penting. Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta hadir sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.

    Pesantren ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam dunia pendidikan Islam. Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta didirikan oleh DR. KH. Dasuki Adnan, SH., MA pada tahun 1988 di Kembangan Utara, Jakarta Barat. Pada awal berdirinya, lembaga ini dikenal dengan nama Pesantren Amaliyah Ramadhan. Seiring perkembangan lembaga dan semakin luasnya peran dalam pendidikan serta dakwah, pada tahun 2009 yayasan ini resmi berganti nama menjadi Al Washilah.

    Sejak awal berdiri, pesantren ini memiliki misi besar dalam membangun generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Lembaga pendidikan ini berfokus pada penguatan pendidikan agama, pendidikan umum, serta dakwah Islamiyah, sehingga para santri tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat.

    Setiap pagi di lingkungan pesantren dimulai dengan suasana religius. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari para santri yang memulai hari dengan tadarus dan shalat berjamaah menciptakan atmosfer pendidikan yang khas. Di pesantren ini, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan kehidupan bersama di lingkungan pesantren.

    Ponpes Al Washilah mengusung konsep pendidikan terpadu yang memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Para santri tidak hanya belajar Al-Qur’an, fiqih, tafsir, dan ilmu keislaman lainnya, tetapi juga menempuh pendidikan formal melalui MTs Al Washilah (Akreditasi A), SMP Al Washilah (Akreditasi A), SMK Al Washilah (Akreditasi B), serta Madrasah Diniyah Al Washilah.

    Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Pondok Pesantren Al Washilah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru dengan dua gelombang pendaftaran. Gelombang pertama berlangsung Januari hingga April 2026 dengan biaya Rp2.000.000, sementara gelombang kedua dibuka Mei hingga Juni 2026 dengan biaya Rp2.500.000. Calon santri juga mendapatkan gratis formulir pendaftaran senilai Rp350.000.

    Selain sistem pendidikan yang terpadu, pesantren ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar santri. Mulai dari ruang kelas modern dan nyaman, laboratorium komputer lengkap, perpustakaan digital, lapangan olahraga multifungsi, hingga ruang seni dan kreativitas yang mendukung pengembangan bakat para santri.

    Setiap santri juga akan mendapatkan berbagai perlengkapan sekolah seperti jas almamater, seragam olahraga, batik sekolah, batik diniyah, hingga fasilitas lemari pakaian selama masa pendidikan di pesantren.

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik, Ponpes Al Washilah juga memberikan potongan uang masuk sebesar Rp1.000.000 bagi siswa yang memiliki peringkat terbaik di kelasnya, sehingga dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus berprestasi.

    Bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, Pondok Pesantren Al Washilah menjadi pilihan tepat untuk membangun masa depan generasi yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran santri baru, masyarakat dapat mengunjungi website resmi:
    👉 https://www.alwashilah.id/

    Atau menghubungi Admin Pondok melalui WhatsApp di nomor 0898-9156-443 (Miss Tuty).

    📍 Alamat:
    Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta
    Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
    Kec. Kembangan, Jakarta Barat, DKI Jakarta

    📧 Email: ponpesalwashilah@gmail.com

    Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam dunia pendidikan dan dakwah, Pondok Pesantren Al Washilah terus berkomitmen membina generasi Qur’ani yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

  • Presiden Prabowo Gelar Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan STEM, Geopolitik hingga Kesiapan Mudik Lebaran

    Presiden Prabowo Gelar Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan STEM, Geopolitik hingga Kesiapan Mudik Lebaran

    BOGOR — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar rangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Rapat berlangsung sejak siang hingga malam hari dan membahas berbagai agenda prioritas nasional serta perkembangan situasi global.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden memimpin sedikitnya lima rapat berbeda untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan sektor pendidikan hingga kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran.

    Salah satu agenda utama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pendidikan kedokteran.

    “Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran,” ujar Seskab dalam keterangan tertulisnya.

    Selain pembangunan kampus baru, Presiden juga meminta laporan mengenai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global, termasuk memperluas kerja sama akademik dengan universitas terkemuka dunia.

    Dalam rapat tersebut, Presiden turut membahas perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap stabilitas global dan kawasan.

    “Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” kata Seskab.

    Topik lain yang turut menjadi perhatian Presiden adalah program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia. Program tersebut dijalankan melalui Universitas Pertahanan Indonesia dan telah berlangsung sejak Presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

    Menurut Seskab, sejak tahun 2022 sebanyak 20 hingga 40 pelajar Palestina setiap tahun diundang untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Hingga saat ini jumlahnya telah mencapai hampir 200 mahasiswa.

    Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat.

    “Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” ujar Seskab.

    Rangkaian rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.

    Melalui rapat strategis tersebut, Presiden menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan berbagai agenda prioritas nasional dapat berjalan optimal, mulai dari penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, hingga kesiapan pemerintah menghadapi momentum Lebaran.

  • Produksi Surplus dan Cadangan Menguat, Pemerintah Pastikan Ketahanan Beras Tetap Aman

    JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional, khususnya ketersediaan beras, berada dalam kondisi aman dan terkendali meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik serta potensi fenomena iklim seperti El Nino yang dapat memicu kekeringan.

    Berdasarkan data hingga Maret 2026, stok beras nasional dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

    “Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

    Menurut Mentan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok yang dikelola oleh Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen yang diperkirakan mencapai 11,73 juta ton.

    Di sisi produksi, sektor pertanian juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton. Rata-rata produksi bulanan berada pada kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berkisar 2,59 juta ton per bulan.

    “Tiap bulan kita produksi 2,6–5,7 juta ton, sedangkan kebutuhan kita sekitar 2,59 juta ton per bulan. Jadi pangan aman,” jelas Amran.

    Seiring dengan peningkatan produksi tersebut, stok beras pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus mengalami peningkatan. Saat ini cadangan BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diperkirakan dapat menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya masa panen raya di berbagai daerah.

    “Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” ujarnya.

    Antisipasi Potensi Kekeringan

    Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim.

    Salah satu langkah utama adalah program pompanisasi untuk mendukung irigasi lahan pertanian. Program tersebut sebelumnya telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan, dan pada tahun ini akan diperluas hingga 1 juta hektare tambahan.

    “Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ujar Amran.

    Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi cukup, bahkan harga pupuk tercatat mengalami penurunan sekitar 20 persen, yang diharapkan dapat mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan produksi.

    “Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” kata Mentan.

    Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi strategi penting untuk menjaga produksi padi, terutama saat musim kering. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk tetap produktif meskipun pasokan air di wilayah lain terbatas.

    “Insyaallah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Amran.

  • Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Selamatkan Kekayaan Negara

    Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Selamatkan Kekayaan Negara

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp6,6 triliun merupakan titik awal komitmen kuat pemerintah dalam memberantas korupsi dan perampokan kekayaan negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

    Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara penyerahan laporan capaian hasil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025, yang digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    “Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung dari kerugian bangsa dan negara kita. Penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun, bahkan puluhan tahun,” ujar Presiden.

    Sejak menerima mandat rakyat, Presiden Prabowo menegaskan tekadnya untuk melawan korupsi tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satgas PKH berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025.

    “Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau dilobi sini, dilobi sana. Tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara. Itu tugas saya, dan saudara-saudara telah melaksanakannya dengan baik, tertib, serta sesuai ketentuan dan hukum,” tegasnya.

    Presiden juga menyampaikan bahwa nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan saat ini masih jauh dari potensi kerugian yang sesungguhnya.

    “Yang saya katakan baru ujungnya. Kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun yang harus dibayar,” kata Presiden.

    Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa negara tidak boleh terus mengalami kebocoran kekayaan. Pemerintah, kata dia, akan terus bekerja secara konsisten demi kepentingan rakyat.

    “Kita kerja terus untuk rakyat, dan rakyat akan melihat apa yang kita kerjakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara tanpa keragu-raguan,” tandas Presiden.

  • Presiden Prabowo Tulis Pesan Integritas dan Keberanian untuk Jaksa

    Presiden Prabowo Tulis Pesan Integritas dan Keberanian untuk Jaksa

    Jakarta – Ada momen menarik dalam acara penyerahan laporan capaian hasil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025. Acara tersebut digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Dalam kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuliskan pesan khusus tentang integritas dan keberanian penegak hukum dalam sebuah prasasti.

    “Jadilah jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!” tulis Presiden Prabowo.

    Pesan tersebut sejalan dengan penegasan Presiden dalam sambutannya mengenai pentingnya keberanian aparat penegak hukum dalam menjaga kekayaan negara serta menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Presiden menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi sejak awal masa jabatannya.

    “Begitu saya menerima mandat, saya sudah bertekad untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun, di mana pun,” tegas Presiden.

    Presiden juga mengakui bahwa perjuangan tersebut tidak lepas dari risiko dan tekanan. Namun demikian, ia menekankan bahwa langkah tersebut harus tetap dijalankan demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

    “Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita. Kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas,” ujarnya.

    Menurut Presiden, keberanian dan kejujuran aparat penegak hukum merupakan kunci untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara akibat praktik korupsi dan penyimpangan yang telah berlangsung lama.

    Penulisan pesan dalam prasasti tersebut menjadi simbol dukungan moral Presiden kepada para jaksa dan seluruh aparat penegak hukum agar tetap teguh menjalankan tugas, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tekanan.

    Pesan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum secara tegas, adil, dan berpihak pada kepentingan bangsa serta rakyat Indonesia.