Blog

  • Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Penyelamatan Keuangan Negara dan Lahan

    Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Penyelamatan Keuangan Negara dan Lahan

    Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan laporan capaian hasil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum serta pengamanan kekayaan negara, khususnya di sektor kehutanan dan sumber daya alam.

    Kegiatan diawali dengan laporan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang memaparkan capaian kinerja Satgas PKH. Dalam laporannya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa hingga saat ini Satgas PKH telah berhasil menguasai kembali kawasan hutan dengan total luasan mencapai 4.081.560,58 hektare.

    Pada kesempatan tersebut, Satgas PKH menyerahkan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luasan 893.002,383 hektare. Kawasan tersebut terdiri atas lahan perkebunan kelapa sawit seluas 240.575,383 hektare dari 124 subjek hukum yang tersebar di enam provinsi. Lahan ini diserahkan melalui Kementerian Keuangan, Danantara, dan selanjutnya dikelola oleh Agrinas.

    Selain itu, terdapat pula kawasan hutan konservasi seluas 688.427 hektare yang tersebar di sembilan provinsi untuk diserahkan kepada Kementerian Kehutanan guna dilakukan pemulihan kembali fungsi hutan.

    Tak hanya penguasaan kembali kawasan hutan, Jaksa Agung juga melaporkan capaian penyelamatan keuangan negara dan penagihan denda administratif. Pada kesempatan tersebut, diserahkan uang negara dengan total nilai Rp6.625.294.190.469,74.

    Nilai tersebut berasal dari hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH sebesar Rp2.344.965.750.000 yang berasal dari 20 perusahaan perkebunan sawit dan satu perusahaan tambang nikel. Selain itu, terdapat hasil penyelamatan keuangan negara sebesar Rp4.280.328.440.469,74 dari penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Agung, antara lain perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan perkara impor gula.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat. Presiden juga secara khusus menyoroti kerja keras para petugas di lapangan yang menghadapi berbagai tantangan dalam proses verifikasi, penyelidikan, hingga penegakan hukum.

    “Saya berterima kasih atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara telah bekerja keras di medan yang sangat sulit. Melakukan verifikasi dan pengecekan atas lebih dari 4 juta hektare lahan bukanlah hal yang mudah, apalagi menghadapi berbagai upaya perlawanan dari korporasi-korporasi yang melanggar,” ujar Presiden.

    Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

  • GAPPI Gelar Halaqah Pesantren di Depok, Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat

    GAPPI Gelar Halaqah Pesantren di Depok, Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat

    Depok – Pesantren Cendikia Amanah Depok menjadi tuan rumah Halaqah Pesantren GAPPI (Gabungan Pengasuh Pesantren Indonesia), forum yang mempertemukan pengasuh pesantren, akademisi, dan perwakilan pemerintah untuk membahas penguatan peran pesantren dalam kemandirian ekonomi dan pengelolaan zakat berbasis teknologi. Acara ini digelar pada 6 Desember 2025 dan dihadiri oleh Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, serta Misha Nugraha Ramadhan dari Bank Indonesia, Departemen Ekonomi Syariah. KH Cholil Nafis, Ketua Umum GAPPI, turut hadir memberikan arahan dan dorongan bagi pesantren agar memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha produktif.

    Pesantren sebagai Model Kemandirian Ekonomi

    Dalam forum ini, pengalaman Pesantren Cendikia Amanah menjadi sorotan. Melalui koperasinya, pesantren mengembangkan budidaya sayuran hidroponik dengan produksi rutin sekitar 5 ton sayuran setiap bulan untuk jaringan pasar. Model ini melibatkan santri dalam seluruh proses, dari penanaman hingga pemasaran, dan terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

    Cendikia Amanah saat ini sedang menyiapkan duplikasi program ekonomi ini ke pesantren anggota GAPPI lainnya, mencakup tiga model utama:

    1. Budidaya hidroponik

    2. Pengembangan peternakan kambing

    3. Penguatan koperasi pesantren sebagai mesin ekonomi profesional

    Melalui program pelatihan, pendampingan teknis, dan pola usaha berbagi hasil, GAPPI mendorong kolaborasi agar model yang terbukti berhasil dapat diterapkan secara luas.

    Dukungan Kemenag dan Bank Indonesia

    Dr. Basnang Said menyatakan:

    “Pesantren hari ini tidak hanya membentuk akhlak dan keilmuan santri, tetapi juga menciptakan ruang pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Model usaha produktif seperti hidroponik, peternakan, dan digitalisasi zakat adalah wujud aktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam konteks sosial modern. Kemenag mendukung penuh gerakan kemandirian pesantren agar menjadi lokomotif ekonomi umat yang adil, bermartabat, dan berkelanjutan.”

    Bank Indonesia menilai pesantren sebagai pilar penting penguatan ekonomi syariah nasional. Misha Nugraha Ramadhan menekankan:

    “Ekonomi syariah tumbuh kuat ketika dikembangkan dari akar budaya dan institusi keagamaan kita sendiri — dan pesantren adalah fondasi utamanya. Inisiatif seperti budidaya hidroponik, peternakan, dan ekosistem zakat digital menunjukkan bahwa pesantren mampu membangun model bisnis modern tanpa meninggalkan nilai spiritual. Pesantren berperan strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.”

    Pentingnya Kolaborasi Antar Pesantren

    KH Cholil Nafis menambahkan:

    “Pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar—jaringan santri, alumni, dan masyarakat—yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi umat. GAPPI mendorong kolaborasi agar pesantren tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dalam ekosistem yang terukur dan transparan. Melalui LAZIA, kami ingin pesantren menjadi Unit Pengumpul Zakat profesional yang berdampak nyata. Kemandirian pesantren bukan hanya soal ekonomi, tetapi masa depan pendidikan Islam yang menjawab kebutuhan zaman.”

    Kolaborasi Digitalisasi Zakat

    Momentum diskusi ditandai dengan penandatanganan MoU antara Lembaga Amil Zakat Investa Amanah dan KlikZakat, pengembang platform zakat digital. CEO KlikZakat, Yoga Rifai Hamzah, dan Direktur LAZIA, Ust. Dr. Achmad Afif, M.EI, meresmikan portal edukasi zakat (lazia.org) serta platform penggalangan dana digital (amanahzakat.lazia.org) yang memudahkan infak dan zakat secara transparan.

    Halaqah Pesantren GAPPI di Depok menegaskan komitmen pesantren dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan digitalisasi tata kelola zakat, serta menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik pengembangan usaha produktif yang dapat diterapkan di pesantren lain untuk manfaat masyarakat yang lebih luas.

    Pengirim Berita: Miftah Steven

  • Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Pilwu Serentak 2025, Pemkab Indramayu Tegaskan Kesiapan Sistem dan Personel

    Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Pilwu Serentak 2025, Pemkab Indramayu Tegaskan Kesiapan Sistem dan Personel

    Indramayu, Cakrabuanapos.my.id — Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025 pada Jumat (21/11/2025). Rapat ini melibatkan unsur Pemerintah Daerah, kepolisian, TNI, DPRD, hingga panitia penyelenggara guna memastikan seluruh tahapan Pilwu di 139 desa dari 30 kecamatan berjalan aman, tertib, dan bebas dari potensi kerawanan.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman, menekankan bahwa seluruh unsur terkait harus melakukan mitigasi dini terhadap gangguan keamanan. Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan wilayah rawan banjir serta reposisi TPS yang berpotensi terdampak, terutama karena tahun ini sistem Pilwu telah menggunakan e-voting.

    “Pemindahan TPS yang berpotensi banjir harus dilakukan segera, mengingat penggunaan perangkat elektronik dalam e-voting sangat sensitif terhadap kondisi cuaca,” tegas Aep.

    Polres Indramayu Petakan Tiga Zona Kerawanan

    Dari pihak kepolisian, Kompol Eko Susilo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Indramayu, menjelaskan skema pengamanan Pilwu 2025. Polres Indramayu membagi wilayah menjadi tiga kategori: aman, rawan, dan sangat rawan, sebagai langkah meminimalkan potensi konflik antarpendukung maupun gangguan lainnya.

    “Seluruh personel sudah dipersiapkan, mulai dari pengamanan TPS, pengawalan logistik e-voting, hingga antisipasi potensi bentrokan antarpendukung,” jelasnya.

    DPRD Indramayu Tekankan Optimalisasi Kesiapan SDM KPPS E-Voting

    Perwakilan DPRD Indramayu, Sadar, S.Pd., memberikan apresiasi atas kesiapan yang ditunjukkan seluruh unsur. Ia menegaskan bahwa perbedaan antara TPS konvensional dan TPS e-voting sangat signifikan, sehingga kesiapan SDM KPPS harus benar-benar maksimal.

    “Kesiapan SDM KPPS pada TPS e-voting harus benar-benar optimal mulai dari pengoperasian perangkat hingga prosedur pengamanan teknis,” ujarnya.

    Sadar juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan Pilwu Serentak 2025, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.

    Menuju Pelaksanaan Pilwu yang Modern, Aman, dan Berintegritas

    Rapat koordinasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan proses Pilwu yang lebih modern, cepat, transparan, dan efisien melalui implementasi e-voting. Selain itu, pemetaan wilayah rawan banjir, penguatan personel keamanan, serta peningkatan kompetensi KPPS diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya.

    Secara keseluruhan, persiapan ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat Indramayu, mulai dari meningkatnya kepercayaan terhadap proses demokrasi, berkurangnya potensi konflik, hingga terjaminnya akses pemilihan yang aman dan lancar di seluruh wilayah.

    Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Pilwu Serentak 2025 yang kondusif, demokratis, modern, dan berintegritas.

  • Komisi III DPRD Indramayu Gelar Rapat Kerja, Bahas Kendala Suplai Air Bersih Perumdam Tirta Darma Ayu

    Komisi III DPRD Indramayu Gelar Rapat Kerja, Bahas Kendala Suplai Air Bersih Perumdam Tirta Darma Ayu

    Indramayu, Cakrabuanapos.my.id — Komisi III DPRD Indramayu menggelar rapat kerja bersama manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu pada Kamis (21/11/2025) untuk membahas berbagai persoalan terkait pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pertemuan yang dihadiri pimpinan serta anggota Komisi III dan jajaran direksi Perumdam itu berlangsung di ruang rapat kantor DPRD Indramayu.

    Dalam paparannya, Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu menjelaskan sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi, terutama terkait suplai air curah dari wilayah Kuningan. Meskipun Perumdam telah memenuhi kewajiban pembayaran hingga bulan Desember, suplai air yang diterima masih jauh di bawah ketentuan.

    “Seharusnya Perumdam menerima suplai minimal 100 liter per detik. Namun realisasi di lapangan tidak mencapai angka tersebut,” demikian penjelasan pihak manajemen Perumdam dalam rapat. Kondisi ini, menurut mereka, berdampak langsung pada stabilitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Indramayu.

    Atas persoalan tersebut, Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu mengaku telah mengirimkan somasi kepada pihak terkait. Perumdam menegaskan bahwa investasi dalam pengelolaan air curah saat ini sudah sangat besar sehingga ketidakstabilan suplai air akan menimbulkan kerugian signifikan baik secara teknis maupun finansial.

    Perumdam juga meluruskan informasi yang sempat berkembang di masyarakat terkait suplai air yang mengalir ke PT Polytama. Pihak Perumdam menegaskan bahwa air yang digunakan oleh perusahaan tersebut bukan berasal dari suplai Kuningan, melainkan dari sumber air Kepandean, sehingga tidak ada kaitannya dengan polemik suplai air curah Kuningan yang saat ini bermasalah.

    Menanggapi paparan tersebut, Komisi III DPRD Indramayu meminta pihak terkait segera menyelesaikan persoalan suplai air guna menghindari dampak yang lebih luas terhadap masyarakat. Komisi III menegaskan bahwa pemenuhan hak suplai air harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar warga.

    “Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secepatnya. Pelayanan air bersih tidak boleh terganggu karena masyarakat Indramayu sangat bergantung pada Perumdam Tirta Darma Ayu,” tegas Komisi III dalam kesimpulan rapat.

    Dengan penyelesaian yang tepat, diharapkan Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

  • Panitia HPN SMSI 2026 Tinjau Lokasi Universitas Syech Nawawi Banten

    Panitia HPN SMSI 2026 Tinjau Lokasi Universitas Syech Nawawi Banten

    SERANG – Tim Panitia SMSI untuk Hari Pers Nasional (HPN) 2026 meninjau Universitas Syech Nawawi Banten (USNB) di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa petang (18/11).

    Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan salah satu lokasi tujuan Ekspedisi Sejarah dan Budaya Banten HPN 2026.

    “Kami ingin memastikan kesiapan dan kondisi pembangunan Universitas Syech Nawawi Banten yang rencananya menjadi lokasi tujuan para peserta Ekspedisi Sejarah dan Budaya Banten HPN 2026 SMSI pada peringatan Hari Pers Nasional bulan Februari 2026,” ujar Ketua Umum SMSI, Firdaus, yang didampingi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Ashok Kumar, Wakil Sekretaris Jenderal Henny Murniati, dan Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun.

    Menurut Firdaus, Universitas Syech Nawawi Banten milik Ketua Dewan Penasehat SMSI, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, layak menjadi lokasi kunjungan para jurnalis se-Indonesia.

    “Karena di sini mereka juga bisa belajar salah satu sejarah Banten, di mana ada seorang putra asal Banten yaitu Syech Nawawi al-Bantani yang menjadi ulama besar dunia. Banyak orang terkenal menjadi muridnya.”

    Secara detail, kata Firdaus, beberapa tokoh penting di antaranya adalah pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan, pimpinan Mathla’ul Anwar K.H. Mas Abdurrahman, dan pimpinan Persatuan Tarbiyah Islamiyah Syekh Sulaiman Ar-Rasuly.

    Saat Panitia HPN 2026 SMSI meninjau lokasi Universitas Syech Nawawi Banten, pembangunan gedung rektorat hampir rampung dan sejumlah ruangan bahkan sudah diisi perlengkapan serta fasilitas. Terlihat dekorasi ruangan di lantai 1 gedung rektorat bagian kanan yang menampilkan sejarah Syech Nawawi al-Bantani.

    Di belakang gedung rektorat berdiri gedung salah satu fakultas. Di samping gedung rektorat juga telah dibangun masjid. “Informasinya, tak lama lagi akan ada penanaman rumput di sekitar gedung-gedung ini,” ujar salah satu petugas jaga.

    Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB) didirikan di Banten sebagai transformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Fikih (STIF) Syentra, yang sebelumnya telah diresmikan pada 2016 dan diakui oleh Kementerian Agama. Universitas ini resmi mendapatkan izin pada 12 Desember 2023 dan memiliki tujuan utama untuk mendidik generasi yang memahami agama serta mampu menguasai ilmu dunia, seperti teknologi, ekonomi, dan pertanian, mengikuti teladan ulama besar Banten, Syekh Nawawi al-Bantani.

    Peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Universitas Syech Nawawi Banten dilakukan oleh Ma’ruf Amin saat masih menjabat Wakil Presiden RI pada Senin (14/10/2024). Menurut Ma’ruf Amin, gedung universitas dan fasilitasnya akan dibangun di lahan seluas 10 hektare. Gedung tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya gedung rektorat, gedung fakultas, masjid, ballroom, dan tengah dipertimbangkan pula pembangunan rumah hunian atau hotel.

  • Perluas Kiprah Organisasi, Rumah Bagonjong Indonesia Sampaikan Komitmen ke Kesbangpol DKI Jakarta

    Perluas Kiprah Organisasi, Rumah Bagonjong Indonesia Sampaikan Komitmen ke Kesbangpol DKI Jakarta

    Cakrabuanapos.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rumah Bagonjong Indonesia (RBI) DKI Jakarta melaksanakan audiensi resmi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Bapak Muhamad Matsani, M.Si., pada Kamis, 13 November 2025 pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Badan Wakaf Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat.

    Audiensi ini diterima langsung oleh Kepala Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan, Bapak Elliyazer, yang mewakili pimpinan Kesbangpol DKI Jakarta.

    Daftar Hadir Delegasi DPW Rumah Bagonjong Indonesia DKI Jakarta

    Audiensi dihadiri oleh jajaran pengurus DPW dan perwakilan DPP, yaitu:

    1. Bapak Nazri Jambak – Ketua DPW Rumah Bagonjong Indonesia DKI Jakarta

    2. Ibu Faula Shinta Dewi, S.Ds – Kepala Bidang Media dan Inovasi serta pembawa penyampaian utama

    3. Bapak Supriyanto – Sekretaris DPW

    4. Bapak Januar – Pengurus DPW

    5. Perwakilan dari DPP Rumah Bagonjong Indonesia (beberapa orang)

    Rumah Bagonjong Indonesia Tegaskan Karakter Inklusif

    Dalam audiensi tersebut, Ibu Faula Shinta Dewi, S.Ds, menyampaikan bahwa Rumah Bagonjong Indonesia telah berevolusi menjadi organisasi yang lebih inklusif dan tidak hanya menaungi satu kelompok masyarakat.

    “RBI saat ini bukan hanya perkumpulan orang Minang. Kami telah berkembang menjadi wadah kebersamaan yang merangkul seluruh unsur masyarakat, dari latar budaya manapun, selama memiliki komitmen pada nilai-nilai sosial, budaya, dan kebangsaan,” jelas Faula.

    Menurutnya, perkembangan ini penting agar RBI dapat berperan lebih besar sebagai perekat sosial di Jakarta yang sangat beragam.

    Apresiasi dari Kesbangpol DKI Jakarta

    Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Bapak Muhamad Matsani, M.Si., memberikan apresiasi atas langkah-langkah progresif yang dilakukan RBI. Melalui perwakilannya, Kesbangpol menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung organisasi kemasyarakatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Kami menyambut baik pemaparan RBI. Organisasi kemasyarakatan yang mampu menguatkan persatuan, harmoni, dan memberikan kontribusi positif sangat dibutuhkan di Jakarta. Pemerintah selalu membuka ruang kolaborasi,” ujar Elliyazer saat menerima audiensi.

    Program Prioritas DPW RBI DKI Jakarta

    Dalam pemaparan resminya, RBI menyampaikan beberapa program yang menjadi fokus kerja, antara lain:

    • Penguatan kegiatan budaya lintas etnis

    • Program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan kemanusiaan

    • Pemberdayaan perempuan dan UMKM

    • Program kepemudaan dan literasi digital

    • Kolaborasi lintas komunitas untuk mempererat integrasi sosial

    Harapan dan Komitmen Bersama

    Audiensi ditutup dengan semangat kolaborasi. DPW RBI DKI Jakarta berharap dapat terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    “Kami ingin RBI hadir sebagai wadah yang solid, komitmen, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan DKI Jakarta serta Indonesia,” ujar perwakilan DPW RBI.

    Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi RBI dalam memperluas jejaring dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat yang majemuk.

  • Seminar Hari Pahlawan di Gedung Joang 45: Wujud Sinergi Semangat Kebangsaan

    Seminar Hari Pahlawan di Gedung Joang 45: Wujud Sinergi Semangat Kebangsaan

    Jakarta — Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai kegiatan Seminar Peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Gedung Joang 45 Jakarta, Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang tahun ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh berbagai organisasi pejuang dan kebangsaan. (10 November 2025)

    Ketua Panitia, A. Rasyid Muhammad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang melibatkan banyak pihak. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci utama suksesnya kegiatan tersebut.

    “Budaya gotong royong bangsa kita sungguh luar biasa. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat menjadi ringan. Pepatah lama mengatakan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujarnya.

    Rasyid menambahkan, peringatan Hari Pahlawan tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak diisi dengan upacara dan napak tilas perjuangan, maka kali ini dikemas dalam bentuk seminar kebangsaan yang melibatkan unsur akademisi, organisasi pejuang, serta generasi muda.

    Acara ini terselenggara atas kerja sama antara DHD BPK45 Provinsi DKI Jakarta, Dewan Harian Nasional 45 (DHN45), IPKI Pusat, PWP Pusat, DPW IPKI DKI Jakarta, DPW Wirawati Catur Panca DKI Jakarta, Museum Joang 45, dan Kerabat Pencinta Alam.

    Momen Sakral Mengheningkan Cipta

    Sebelum sesi seminar dimulai, acara diawali dengan momen sakral mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Prosesi khidmat tersebut dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate, M.Bus., MA., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

    Seluruh peserta berdiri tegak dengan penuh hormat, menundukkan kepala dalam keheningan, mengenang pengorbanan para pejuang yang telah memberikan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. Suasana Gedung Joang 45 seketika hening, menambah khidmat dan haru dalam peringatan Hari Pahlawan kali ini.

    Nilai Kejuangan Harus Dihidupkan Kembali

    Dalam sambutannya, Sekjen Dewan Harian Nasional 45 Brigjen TNI (Purn) Dr. Maksum Amin menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan hanya mengenang jasa para pejuang, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan bela negara di tengah arus perubahan global yang begitu cepat.

    “Semangat para pahlawan terdahulu lahir dari tekad untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan tanpa pamrih. Kini perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, inovasi, dan integritas,” ujar Maksum Amin.

    Ia juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan persoalan moral, karakter, dan keadilan sosial.

    “Kita belum bisa berkata telah merdeka sepenuhnya jika rakyat masih sulit mendapatkan pendidikan dan pelayanan yang layak, jika kesenjangan sosial masih lebar, dan jika kejujuran belum menjadi budaya bangsa,” tegasnya.

    Pesan dari Putra Pahlawan: Warisan Semangat Harus Diteruskan

    Sementara itu, Ketua Pembina IPKI, Bambang Sulistomo, yang juga putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, memberikan pesan mendalam tentang pentingnya mewarisi semangat juang para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Semangat kepahlawanan tidak boleh berhenti hanya sebagai simbol peringatan setiap 10 November. Kita harus meneladani para pahlawan dengan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa. Perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi menjaga moral dan persatuan bangsa di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

    Arsip Sebagai Penjaga Memori Kolektif Bangsa

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Arsip Nasional RI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng., menekankan peran penting arsip dalam menjaga memori perjuangan bangsa.

    “Arsip bukan sekadar dokumen masa lalu, tetapi sumber pengetahuan dan identitas bangsa. Melalui pengelolaan arsip yang baik, kita dapat memahami perjalanan perjuangan para pahlawan dan menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Inilah bentuk nyata menjaga memori kolektif bangsa agar semangat perjuangan tidak hilang ditelan waktu,” tuturnya.

    Gotong Royong untuk Indonesia Maju

    Ketua Panitia A. Rasyid Muhammad menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk terus menghidupkan semangat kebangsaan dan melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan.

    “Mari kita rawat nilai-nilai kejuangan dengan karya nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

    Seminar berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme.

    Hadir pula Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang turut memberikan dukungan moral terhadap upaya pelestarian nilai kejuangan dan penguatan semangat kebangsaan melalui media digital.

  • AJI dan SMSI: Menyulam Kolaborasi untuk Ekosistem Media yang Lebih Sehat

    AJI dan SMSI: Menyulam Kolaborasi untuk Ekosistem Media yang Lebih Sehat

    JAKARTA — Suasana hangat terasa di Sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jalan Veteran II No. 7C, Jakarta Pusat, ketika Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melakukan kunjungan pada Kamis (30/10).

    Rombongan AJI yang dipimpin Sekretaris Jenderal Bayu Whardhana, didampingi Edi Faisol (Ketua Ketenagakerjaan) dan Sunudyantoro (Ketua Bidang Pendidikan), disambut langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, beserta jajaran pengurus pusat. Pertemuan berlangsung akrab, diwarnai diskusi penuh semangat mengenai tantangan dan arah masa depan jurnalisme digital di Indonesia.

    Bagi kedua organisasi, kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Ada kesadaran yang sama bahwa ekosistem media nasional membutuhkan kolaborasi nyata untuk menjaga profesionalisme dan integritas di tengah derasnya arus informasi digital.

    Kami melihat SMSI memiliki peran strategis dalam mengonsolidasikan media siber di tanah air. Kolaborasi seperti ini penting agar industri pers kita tetap sehat, kredibel, dan berintegritas,” ujar Bayu Whardhana.

    Bayu menilai SMSI tidak hanya menjadi wadah organisasi media, tetapi juga telah berkembang sebagai motor penggerak transformasi digital yang mampu menjaga keseimbangan antara idealisme jurnalistik dan dinamika industri media modern.

    Menanggapi hal tersebut, Firdaus menyampaikan apresiasinya terhadap semangat sinergi yang ditunjukkan AJI. Ia menegaskan bahwa SMSI lahir dari semangat wartawan yang profesional dan berintegritas.

    SMSI dibidani oleh aktivis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang notabene adalah wartawan profesional. Dalam banyak hal, kami sering berkomunikasi dengan rekan-rekan AJI dan AMSI, terutama terkait kebijakan di Dewan Pers,” ungkap Firdaus.

    Ia menambahkan, “Walaupun ada perbedaan, banyak juga persamaan yang bisa kita perjuangkan bersama.

    Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi dua organisasi besar di dunia pers ini. AJI dan SMSI menunjukkan komitmen yang sama untuk memperkuat ekosistem media nasional, menjaga kredibilitas jurnalisme, dan memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan nilai-nilai etika dan profesionalisme.

  • Tips Menghindari Ambruknya Bangunan dan Pentingnya Tenaga Profesional Bersertifikat

    Tips Menghindari Ambruknya Bangunan dan Pentingnya Tenaga Profesional Bersertifikat

    Tips Menghindari Ambruknya Bangunan dan Pentingnya Tenaga Profesional Bersertifikat

    Oleh: Dede Farhan Aulawi

    Ambruknya bangunan merupakan tragedi yang menimbulkan kerugian besar, baik materi maupun nyawa. Kasus ini sering terjadi akibat kelalaian dalam perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan struktur. Pencegahan harus dimulai sejak tahap awal, terutama dengan menggunakan tenaga profesional yang kompeten dan bersertifikat. Artikel ini membahas tips untuk mencegah ambruknya bangunan dan pentingnya tenaga profesional bersertifikat.

    1. Gunakan Tenaga Profesional Bersertifikat Sejak Perencanaan

    Perencanaan struktur bangunan harus dilakukan oleh arsitek dan insinyur sipil yang memahami desain, struktur, dan ketahanan bangunan. Tenaga profesional bersertifikat telah melalui pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi resmi, sehingga mampu menangani proyek konstruksi secara profesional dan aman.

    2. Pastikan Perhitungan Struktur yang Akurat

    Kesalahan perhitungan struktur menjadi penyebab utama bangunan ambruk. Beban bangunan, material, peralatan, aktivitas penghuni, serta faktor eksternal seperti gempa, angin, dan curah hujan harus diperhitungkan secara tepat. Profesional bersertifikat memahami standar teknik sipil dan mampu membuat perhitungan struktur yang aman dan efisien.

    3. Gunakan Material Berkualitas dan Sesuai Spesifikasi

    Material yang tidak sesuai atau berkualitas rendah meningkatkan risiko keruntuhan. Material harus memenuhi standar nasional (SNI) dan dipakai sesuai spesifikasi desain. Tenaga profesional memastikan material digunakan sesuai kebutuhan struktur dan kondisi lingkungan proyek.

    4. Lakukan Pengawasan dan Manajemen Proyek yang Ketat

    Pengawasan ketat selama pembangunan penting untuk memastikan konstruksi sesuai rencana. Profesional bersertifikat, seperti manajer proyek dan pengawas teknik, menjamin setiap tahap pekerjaan dilakukan dengan benar, metode konstruksi tepat, dan mematuhi peraturan keselamatan kerja.

    5. Lakukan Inspeksi dan Pemeliharaan Berkala

    Bangunan perlu diperiksa secara rutin untuk mendeteksi kerusakan struktural atau penurunan kualitas material. Inspeksi berkala oleh tenaga profesional memungkinkan identifikasi dini masalah sebelum menjadi bencana.

    6. Patuhi Peraturan dan Izin Bangunan

    Pembangunan wajib mengikuti regulasi pemerintah, termasuk IMB atau PBG. Dokumen ini biasanya diterbitkan hanya jika proyek dikerjakan oleh tenaga profesional bersertifikat. Mengabaikan legalitas dapat membuat bangunan ilegal atau tidak aman digunakan.

    Ambruknya bangunan mencerminkan kelalaian teknis dan profesional. Melibatkan tenaga ahli bersertifikat merupakan investasi dalam keselamatan dan keberlanjutan bangunan. Dengan perencanaan matang, pelaksanaan tepat, dan pengawasan profesional, risiko ambruk dapat diminimalkan, dan kualitas infrastruktur terjaga jangka panjang. Keselamatan bangunan adalah tanggung jawab bersama, dari pemilik proyek hingga tenaga lapangan.

  • Penyebab Runtuhnya Bangunan dengan Pola Pancake

    Penyebab Runtuhnya Bangunan dengan Pola Pancake

    Penyebab Runtuhnya Bangunan dengan Pola Pancake

    Oleh: Dede Farhan Aulawi

    Runtuhnya bangunan dengan pola pancake merupakan salah satu bentuk kegagalan struktural paling berbahaya dalam dunia konstruksi. Pola pancake terjadi ketika lantai demi lantai runtuh secara vertikal dan saling menimpa, seperti tumpukan panekuk. Dalam hitungan detik, seluruh bangunan bisa berubah menjadi puing tanpa ruang kosong di antaranya, membuat penghuni hampir tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri. Artikel ini membahas faktor utama yang menyebabkan keruntuhan bangunan dengan pola pancake.

    1. Kegagalan Struktural Primer

    Runtuhnya bangunan sering diawali oleh kegagalan pada elemen struktural utama seperti kolom dan sambungan lantai. Kolom vertikal menahan seluruh beban lantai di atasnya. Jika satu kolom gagal—akibat korosi, desain buruk, atau kerusakan akibat gempa—beban berpindah ke struktur di bawahnya yang tidak siap menahan tekanan tambahan, memicu keruntuhan berantai.

    2. Desain dan Konstruksi Cacat

    Desain yang tidak tepat atau pembangunan yang tidak sesuai standar meningkatkan risiko keruntuhan. Penggunaan material rendah kualitas, tulangan baja kurang, atau perhitungan beban yang salah membuat struktur rentan. Tidak mematuhi regulasi bangunan juga meningkatkan kemungkinan kegagalan sistemik.

    3. Korosi dan Kurangnya Pemeliharaan

    Material bangunan seperti baja bisa mengalami korosi akibat kelembapan atau bahan kimia. Korosi melemahkan sambungan struktural dan mengurangi kekuatan beban. Tanpa inspeksi rutin atau perbaikan retak dan kebocoran, risiko runtuh meningkat drastis.

    4. Gempa Bumi atau Beban Dinamis Ekstrem

    Gempa bumi dan beban dinamis ekstrem menyebabkan kolom patah dan sambungan lantai lepas. Lantai bisa langsung jatuh ke bawah, memicu keruntuhan berantai. Guncangan hebat sering menjadi penyebab utama runtuhnya bangunan secara pancake.

    5. Kegagalan Sambungan Antar Lantai

    Lantai bangunan bertingkat tersambung ke rangka utama. Sambungan yang gagal—akibat desain lemah, material buruk, atau beban berlebih—menyebabkan lantai jatuh. Efek domino ini menimbulkan keruntuhan total.

    6. Kebakaran Besar

    Kebakaran tinggi di gedung dapat melemahkan baja atau beton bertulang. Panas ekstrem memicu pemuaian logam, menurunkan kekuatan beton, dan merusak sambungan. Kebakaran yang berlangsung lama bisa membuat bangunan runtuh secara pancake, seperti yang terjadi di World Trade Center 11 September 2001.

    Runtuhnya bangunan dengan pola pancake merupakan akibat kegagalan struktural yang kompleks. Faktor penyebab bisa tunggal atau kombinasi dari desain buruk, kurang pemeliharaan, bencana alam, dan kebakaran. Pencegahan memerlukan standar konstruksi yang ketat, inspeksi rutin, dan perawatan berkala. Keselamatan penghuni harus selalu menjadi prioritas utama.